Pengolahan daging

Pengolahan daging ruminanisa, daging unggas, dan lainnya

Pengolahan susu

Susu segar, susu pasteurisasi, yoghurt, dll...

Pengolahan telur

Telur asin, telur asap, telur bakar, dsb...

Pengolahan limbah ternak

Biogas, pupuk kompos, pupuk cair, dsb...

Pengolahan hasil ikutan ternak

Pengolahan tanduk, kulit, bulu, tulang, dll...

Thursday, June 2, 2016

Peringatan Hari Susu Nusantara ke-8

"Sehat, Cerdas, Sejahtera Dengan Meminum Dua Gelas Susu Segar Setiap Hari..!!! ".
Konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini hanya 11,8 liter/kapita/tahun termasuk produk olahan yang mengandung susu. Dibandingkan negara-negara lainnya (Thailand dan Malaysia) yang menghabiskan 30 liter/kapita/tahun, kondisi persusuan Indonesia masih perlu perhatian lebih intens lagi.
Produksi susu segar di Indonesia sebagian besar (91%) dihasilkan oleh usaha peternak susu lokal dengan skala usaha 1-3 ekor sapi perah per peternak. Akan tetapi usaha ini kurang ekonomis karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan susu hanya cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup. Dari sisi permintaan, peternak susu lokal masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Saat ini produksi lokal baru bisa memasok tidak lebih dari 20% dari permintaan, sisanya 80% berasal dari impor berupa skim powder dari kebutuhan nasional.
Banyak hal menyebabkan produksi susu nasional semakin menurun antara lain, sulitnya pakan hijauan, mahalnya harga bahan baku pakan konsentrat, penurunan genetik sapi perah dan manajemen peternakan yang belum optimal. Menurunnya produksi susu nasional lebih karena menurunnya kualitas sapi perah itu sendiri. Karena jika kualitas sapinya saja sudah kurang baik maka bukan tidak mungkin produksinya juga akan menurun. Sulitnya mencari pakan hijauan serta harga pakan konsentrat yang mengalami kenaikan juga merupakan salah satu faktor turunnya kualitas, karena petani pun terkadang mengurangi kadar konsentrat untuk pakan ternaknya Akibatnya terjadi penurunan genetik dari sapi tersebut.
Selain itu peternak juga menghadapi permasalahan seperti rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit, serta pemasaran produk..penurunan produksi susu nasional sudah terjadi sejak keluarnya Inpres No. 4 Tahun 1998 yang mencabut Inpres 02 Tahun 1985 tentang Persusuan. Sehingga hal ini perlu pengaturan terkait harga dan pola kerja sama dengan perusahaan susu, selain membangun koperasi susu nasional. Pemasaran susu dari peternak lokal dengan keberadaan Inpres No 4/1998 mengakibatkan posisi industri pengolahan susu menjadi jauh lebih kuat dibandingkan peternak, karena industri pengolahan susu mempunyai pilihan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar dari dalam negeri maupun dari impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya harga susu segar yang diterima oleh perternak dalam negeri.
Terlebih belakangan ini para peternak banyak yang melakukan pemotongan sapi perah karena tergiur dengan tingginya tawaran harga daging sapi potong ketimbang harga susu.semakin membuat jumlah sapi perah lokal jadi menurun drastis.
Hal penting lainnya, mengenai perkoperasian susu dimana proses pembentukan koperasi bersifat dan intervensi pemerintah relatif besar dalam mengatur organisasi. Pembentukan anggota koperasi bukanlah atas dasar akumulasi modal anggota tetapi bersifat pemberian kredit ternak sapi dalam rangka kemitraan dengan bantuan modal dari pemerintah. Status anggota koperasi hanya berfungsi pada saat menjual susu segar dan pembayaran iuran wajib dan iuran pokok. Koperasi sebagai lembaga ekonomi dalam menjalankan manajemen tanpa pengawasan yang ketat oleh anggota, justru sebaliknya koperasi cenderung berkuasa mengatur anggota.
Inilah beberapa permasalahan persusuan di Indonesia. Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak lokal dapat ditingkatkan maka masalah-masalah tersebut perlu ditanggulangi. Dengan meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional maka akan meningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia
Dalam upaya mendorong konsumsi susu segar di dalam negeri, pemerintah telah melakukan berbagai cara yang antara lain dimulai dengan pencanangan Hari Susu Nusantara pada tanggal 7 Oktober 2009 di Pasuruan-Jawa Timur dan ditetapkannya tanggal 1 juni sebagai Hari Susu Nusantara melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 2182/kpts/PD.420/5/2009.
Peringatan Hari Susu Nusantara dilandasi oleh adanya kegiatan serupa yang diprakarsai FAO (food & Agriculture Organization) pada tahun 2000, yang mencanangkan 1 Juni sebagai Hari Susu Sedunia (Word Milk Day) dengan tujuan Menyebarluaskan informasi mengenai manfaat susu, Mengajak masyarakat luas untuk mengkonsumsi susu sebagai makanan cair yang bermanfaat bagi tubuh serta Meningkatkan industri susu yang menguntungkan bagi peternak sapi perah.
Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Hari Susu Nusantara.
Tema kegiatan ini adalah “Sehat, cerdas, sejahtera dengan minum dua gelas susu segar setiap hari”.
Melalui tema tersebut diharapkan mampu mengakselerasi tujuan kegiatan ini antara lain :
Meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu.
Meningkatkan konsumsi minum susu demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi bangsa.
Mendorong percepatan pengembangan industri sapi perah nasional yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
Penyelenggaraan Hari Susu Nusantara dipusatkan di Gedung Graha Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang, selama dua hari , Rabu 1 Juni sampai Kamis, 2 Juni 2016 dengan acara Puncak pada tanggal 2 Juni 2016.
Rangkaian acara peringatan HSN meliputi :
- Jalan sehat
- Workshop "Review Cetak Biru Persusuan Indonesia 2013 - 2025 "
- Pameran produk, alat mesin produksi, serta pembiayaan
- Aneka lomba : mewarnai, lomba stand pameran
- Gerakan minum susu bersama Gubernur Jawa Timur.

Dokumentasi beberapa kegiatan sbb :