"Sehat, Cerdas, Sejahtera Dengan Meminum Dua Gelas Susu Segar Setiap Hari..!!! ".
- Jalan sehat
- Workshop "Review Cetak Biru Persusuan Indonesia 2013 - 2025 "
- Pameran produk, alat mesin produksi, serta pembiayaan
- Aneka lomba : mewarnai, lomba stand pameran
- Gerakan minum susu bersama Gubernur Jawa Timur.
Dokumentasi beberapa kegiatan sbb :
Konsumsi susu masyarakat
Indonesia saat ini hanya 11,8 liter/kapita/tahun termasuk produk olahan yang
mengandung susu. Dibandingkan negara-negara lainnya (Thailand dan Malaysia)
yang menghabiskan 30 liter/kapita/tahun, kondisi persusuan Indonesia masih
perlu perhatian lebih intens lagi.
Produksi susu segar di
Indonesia sebagian besar (91%) dihasilkan oleh usaha peternak susu lokal dengan
skala usaha 1-3 ekor sapi perah per peternak. Akan tetapi usaha ini kurang
ekonomis karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan susu hanya
cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup. Dari sisi permintaan, peternak
susu lokal masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Saat ini
produksi lokal baru bisa memasok tidak lebih dari 20% dari permintaan, sisanya
80% berasal dari impor berupa skim powder dari kebutuhan nasional.
Banyak hal menyebabkan produksi
susu nasional semakin menurun antara lain, sulitnya pakan hijauan, mahalnya
harga bahan baku pakan konsentrat, penurunan genetik sapi perah dan manajemen
peternakan yang belum optimal. Menurunnya produksi susu nasional lebih karena
menurunnya kualitas sapi perah itu sendiri. Karena jika kualitas sapinya saja
sudah kurang baik maka bukan tidak mungkin produksinya juga akan menurun.
Sulitnya mencari pakan hijauan serta harga pakan konsentrat yang mengalami
kenaikan juga merupakan salah satu faktor turunnya kualitas, karena petani pun terkadang
mengurangi kadar konsentrat untuk pakan ternaknya Akibatnya terjadi penurunan
genetik dari sapi tersebut.
Selain itu peternak juga
menghadapi permasalahan seperti rendahnya kemampuan budidaya khususnya
menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit, serta pemasaran produk..penurunan
produksi susu nasional sudah terjadi sejak keluarnya Inpres No. 4 Tahun 1998
yang mencabut Inpres 02 Tahun 1985 tentang Persusuan. Sehingga hal ini perlu
pengaturan terkait harga dan pola kerja sama dengan perusahaan susu, selain
membangun koperasi susu nasional. Pemasaran susu dari peternak lokal dengan
keberadaan Inpres No 4/1998 mengakibatkan posisi industri pengolahan susu
menjadi jauh lebih kuat dibandingkan peternak, karena industri pengolahan susu
mempunyai pilihan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar
dari dalam negeri maupun dari impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya
harga susu segar yang diterima oleh perternak dalam negeri.
Terlebih belakangan ini para
peternak banyak yang melakukan pemotongan sapi perah karena tergiur dengan
tingginya tawaran harga daging sapi potong ketimbang harga susu.semakin membuat
jumlah sapi perah lokal jadi menurun drastis.
Hal penting lainnya, mengenai
perkoperasian susu dimana proses pembentukan koperasi bersifat dan
intervensi pemerintah relatif besar dalam mengatur organisasi. Pembentukan
anggota koperasi bukanlah atas dasar akumulasi modal anggota tetapi bersifat
pemberian kredit ternak sapi dalam rangka kemitraan dengan bantuan modal dari
pemerintah. Status anggota koperasi hanya berfungsi pada saat menjual susu
segar dan pembayaran iuran wajib dan iuran pokok. Koperasi sebagai lembaga
ekonomi dalam menjalankan manajemen tanpa pengawasan yang ketat oleh anggota,
justru sebaliknya koperasi cenderung berkuasa mengatur anggota.
Inilah beberapa permasalahan
persusuan di Indonesia. Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak lokal
dapat ditingkatkan maka masalah-masalah tersebut perlu ditanggulangi. Dengan
meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional maka akan meningkatan kualitas
kehidupan masyarakat Indonesia
Dalam upaya mendorong konsumsi
susu segar di dalam negeri, pemerintah telah melakukan berbagai cara yang
antara lain dimulai dengan pencanangan Hari Susu Nusantara pada tanggal 7
Oktober 2009 di Pasuruan-Jawa Timur dan ditetapkannya tanggal 1 juni sebagai
Hari Susu Nusantara melalui Keputusan Menteri Pertanian No.
2182/kpts/PD.420/5/2009.
Peringatan Hari Susu Nusantara
dilandasi oleh adanya kegiatan serupa yang diprakarsai FAO (food & Agriculture
Organization) pada tahun 2000, yang mencanangkan 1 Juni sebagai Hari Susu
Sedunia (Word Milk Day) dengan tujuan Menyebarluaskan informasi mengenai
manfaat susu, Mengajak masyarakat luas untuk mengkonsumsi susu sebagai makanan
cair yang bermanfaat bagi tubuh serta Meningkatkan industri susu yang
menguntungkan bagi peternak sapi perah.
Pada tahun ini, Pemerintah
Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebagai tuan
rumah pelaksanaan kegiatan Hari Susu Nusantara.
Tema kegiatan ini adalah “Sehat,
cerdas, sejahtera dengan minum dua gelas susu segar setiap hari”.
Melalui tema tersebut
diharapkan mampu mengakselerasi tujuan kegiatan ini antara lain :
Meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu.
Meningkatkan
konsumsi minum susu demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi bangsa.
Mendorong percepatan pengembangan
industri sapi perah nasional yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan
dan kesejahteraan peternak.
Penyelenggaraan Hari Susu
Nusantara dipusatkan di Gedung Graha Samantha Krida Universitas Brawijaya
Malang, selama dua hari , Rabu 1 Juni sampai Kamis, 2 Juni 2016 dengan acara
Puncak pada tanggal 2 Juni 2016.
Rangkaian acara peringatan HSN meliputi :- Jalan sehat
- Workshop "Review Cetak Biru Persusuan Indonesia 2013 - 2025 "
- Pameran produk, alat mesin produksi, serta pembiayaan
- Aneka lomba : mewarnai, lomba stand pameran
- Gerakan minum susu bersama Gubernur Jawa Timur.
Dokumentasi beberapa kegiatan sbb :











