Thursday, November 8, 2018

UNTUNG ATAU RUGI BETERNAK ORGANIK ?

UNTUNG ATAU RUGI BETERNAK ORGANIK ?

Apa itu produk organik?

Produk Organik adalah produk yang berasal dari suatu lahan pertanian organik yang menerapkan praktek pengelolaan yang bertujuan untuk memelihara ekosistem dalam mencapai produktivitas yang berkelanjutan, dan melakukan pengendalian gulma, hama dan penyakit, melalui berbagai cara seperti daur ulang sisa-sisa tumbuhan dan ternak, seleksi dan pergiliran tanaman, pengelolaan air, pengolahan lahan dan penanaman serta penggunaan bahan hayati (Kementerian Pertanian, 2016).

Permintaan produk organik dunia
 Sumber : Research Institute of Organic Agriculture (FiBL),2018


Permintaan Produk Organik dunia terus tumbuh (Research Institute of Organic Agriculture (FiBL),2018) :
Selama periode 2001-2016, penjualan makanan dan minuman organik dunia tumbuh pesat dengan pencapaian penjualan tahun 2016 sebesar US$89,7 Milyar.
Penjualan retail produk organik terbesar dunia tahun 2016 dikuasai oleh pasar Amerika Serikat (46%), kemudian diikuti oleh Jerman (11%), Prancis (8%) dan Tiongkok (7%).
Pasar organik dunia untuk produk-produk organik berkembang dengan sangat cepat berhubung besarnya permintaan (IFOAM 2018). Nilai transaksi  untuk komoditas organik didunia mencapai angka US$ 100 Milyar per tahun. Pasar terbesar dari komoditas organik saat ini adalah Amerika Serikat (AS). Kebutuhan AS akan produk organik mencapai 46% diikuti oleh Eropa sebesar 36%. Sementara pasar Eropa terbesar diduduki oleh Jerman sebesar 28% dan Perancis 20%. Sementara untuk pasar Asia pun dinilai masih memiliki potensi untuk dimasuki oleh produk organik Indonesia. Pada pasar Asia, Indonesia bisa ekspor ke China, Jepang, dan Korea Selatan.
Beberapa hal diantaranya karena masyarakat sudah semakin mengerti akan pentingnya makanan sehat, investasi kesehatan menjadi penting disaat berbagai pangan cepat saji banyak bertebaran dimana-mana. Masyarakat kelas menengah kini semakin sadar untuk menerapkan pola hidup sehat termasuk mengkonsumsi produk pangan organik. Kesadaran tersebut muncul antara lain karena dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita penyakit degeneratif di usia produktif semakin meningkat pada kalangan perkotaan. Selain stress akibat jadwal kerja yang padat dan polusi lingkungan, penyakit degeneratif seperti kanker, darah tinggi, dan kolesterol juga dipicu oleh pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Trend gaya hidup sehat ini mulai berkembang baik di masyarakat, masyarakat menyesuaikan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kendala pertanian organik
Kendati demikian masih banyak kendala pertanian organik, diantaranya produktivitas akan menurun di tahun-tahun pertama karena tidak menggunakan bahan kimia apapun termasuk vitamin untuk pertumbuhan pohon, pupuk kimia dan penanggulangan hama, sehingga hasilnya relatif lebih sedikit dibandingan pertanian konventional/anorganik. Kendala lainnya dibutuhkan ketekunan dan lebih “banyak” kerja dalam pemeliharaan tanaman (membutuhkan effort yang lebih), sehingga tidak semua orang sanggup untuk menyediakan  produk organik ini. Selain itu dibutuhkan disiplin yang keras untuk tidak menggunakan bahan-bahan yang terlarang. Bahan-bahan tersebut ada yang dilarang sama sekali, dan ada yang dibatasi penggunaannya (masih dibolehkan digunakan dalam jumlah kecil). Berikutnya adalah harus menerapkan system pertanian organik dengan benar, dan dibuktikan dengan disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik. Proses sertifikasi ini juga membutuhkan effort dan biaya yang tidak sedikit, ini menjadi kendala tersendiri bagi pelaku yang berkantong cekak, golongan menengah ke bawah. 

Nilai tambah pertanian organik
Tetapi dibalik “susahnya” memproduksi pangan organik tentu terdapat nilai tambah/keuntungan, yaitu harga produk relatif lebih tinggi, sebab pelanggan berani membayar “lebih” untuk produk-produk organik. Dan harga-harga ini biasanya sangat stabil karena permintaan akan tetap atau bahkan cenderung meningkat, tidak begitu terpengaruh seperti oleh supply/demand produk konvensional lainnya. Hal lain adalah kelestarian alam lingkungan akan terjaga, dengan penggunaan pupuk alami, dan melestarikan ekosistim. Lifetime tanah yang digunakan sebagai pertanian organik akan lebih tinggi, sebab unsur hara tidak dirusak sama sekali. Lifetime dan masa produksi pohon-pohon yang tumbuh pada pertanian organik juga lebih lama. Selain itu produk-produk organik ini didukung oleh badan-badan nirlaba international dalam pemasarannya, seperti IPD, SIPPO, BGI, GTZ dll.

Peluang organik ke depan
Peluang organik ke depan, Indonesia juga dapat menjadi produsen makanan maupun minuman organik untuk pasar dunia yang besar. Hal itu didukung oleh iklim yang bagus, sehingga dalam satu tahun dapat terjadi panen hingga 3-4 kali. Populasi yang besar pun dinilai menjadi keuntungan bagi Indonesia. Tidak hanya mengejar pasar ekspor, populasi yang besar pun membuat pasar domestik produk organik Indonesia menjadi tinggi. Peran dan dukungan Pemerintah yang besar terhadap Pertanian Organik dalam negeri. Ada baiknya petani dan pelaku agribisnis perlahan beralih ke produk organik yang banyak mengandalkan teknologi dan inovasi.

Kendala pertanian organik bidang peternakan
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian telah melakukan beberapa kajian mengenai kendala pertanian organik bidang peternakan yang ada di Indonesia. 
Penyediaan pupuk organik
Penyediaan pupuk organik secara garis besar ada dua hal mendasar, yaitu pengadaan (produksi) dan pemasaran. Beberapa kendala diantaranya :
- Dalam proses produksi masih beberapa terkendala teknis, belum bisa terpenuhinya persyaratan teknis minimal pupuk organik
- Dalam proses sertifikasi masih terkendala minimnya kemampuan petani peternak dalam pengetahuan sumberdaya manusia dalam system control internal
- Dalam proses pemasaran,masih terkendala masalah perijinan, yaitu pendaftaran ijin edar pupuk
Penyediaan produk ternak organik
Kendala penyediaan produk ternak organik :
- Sangat minimnya ketersediaan pakan atau bahan pakan organik
- Keterbatasan obat dan vaksin yang organik
- Keterbatasan sumberdya manusia dalam pemahaman dan penerapan system pertanian organik

(Hermawan, 2018 dari berbagai sumber)