Pengolahan daging

Pengolahan daging ruminanisa, daging unggas, dan lainnya

Pengolahan susu

Susu segar, susu pasteurisasi, yoghurt, dll...

Pengolahan telur

Telur asin, telur asap, telur bakar, dsb...

Pengolahan limbah ternak

Biogas, pupuk kompos, pupuk cair, dsb...

Pengolahan hasil ikutan ternak

Pengolahan tanduk, kulit, bulu, tulang, dll...

Tuesday, November 8, 2016

Thursday, September 1, 2016

Peraturan Perundangan 1

A. Undang - Undang
Download
1
UU No 18 Tahun 2012 Pangan
klik disini...!
2

klik disini...!
3

klik disini...!
4

klik disini...!
5

klik disini...!
6

klik disini...!
7

klik disini...!
8

klik disini...!
9

klik disini...!
10

klik disini...!



B. Peraturan Pemerintah
1
PP 28 Tahun 2004 Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan
klik disini...!
2

klik disini...!
3

klik disini...!
4

klik disini...!
5

klik disini...!
6

klik disini...!
7

klik disini...!
8

klik disini...!
9

klik disini...!
10

klik disini...!



C. Peraturan / Keputusan Presiden
1

klik disini...!
2

klik disini...!
3

klik disini...!
4

klik disini...!
5

klik disini...!
6

klik disini...!
7

klik disini...!
8

klik disini...!
9

klik disini...!
10

klik disini...!



D. Peraturan Menteri / KaBadan
1
Permentan No 51 Tahun 2008
klik disini...!
2

klik disini...!
3

klik disini...!
4

klik disini...!
5

klik disini...!
6

klik disini...!
7

klik disini...!
8

klik disini...!
9

klik disini...!
10

klik disini...!



E. Keputusan Menteri / KaBadan
1
Keputusan Menteri ...
klik disini...!
2

klik disini...!
3

klik disini...!
4

klik disini...!
5

klik disini...!
6

klik disini...!
7

klik disini...!
8

klik disini...!
9

klik disini...!
10

klik disini...!



F. Peraturan Daerah
1
Perda ...
klik disini...!
2

klik disini...!
3

klik disini...!
4

klik disini...!
5

klik disini...!
6

klik disini...!
7

klik disini...!
8

klik disini...!
9

klik disini...!
10

klik disini...!

Sunday, August 21, 2016

Undangan FGD Hasil Clustering UPH, 24 Agustus 2016, Bogor

Yth. Bpk / Ibu / Sdr Kepala Dinas lingkup Peternakan Seluruh Indonesia
di
Tempat

Terlampir kami sampaikan Undangan Pembahasan Hasil Clustering UPH, yang akan dilaksanakan pada :

Hari / Tgl : Rabu / 24 Agustus 2016
Waktu     : 09.00 WIB - selesai
Tempat    : Hotel Amaris, Jl. Raya Pajajaran No. 25 Bogor
Agenda    : diskusi terfokus (FGD) Hasil Kajian Clustering Unit Pengolahan Hasil Peternakan

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Subdit Pengolahan Hasil Peternakan
Dit. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan
Ditjen. Peternakan dan Kesehatan Hewan


Sunday, July 17, 2016

Koordinasi Pengolahan Hasil Peternakan dengan BPMSPH

(PPHNak-news). Jum'at 15 Juli 2016, Direktur PPHNak berkunjung ke Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH) dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi program kedua belah pihak. Topik bahasan berupa pemaparan tupoksi kedua institusi, dilanjutkan dengan diskusi dan sinkronisasi rencana ke depan tahun 2017.
Diantaranya sbb :
1. Tindak lanjut kerja sama BPOM dgn PPHNak
2. Pengujian mutu, cemaran mikroba, produk UPH calon terfasilitasi ijin edar
3. Rancangan Permentan Sertifikasi/Registrasi Produk Hewan (Dalam Negeri dan Luar Negeri)

Diharapkan dari koordinasi ini, semakin banyak produk UPH yang terfasilitasi ijin edarnya, serta sertifikasi produk hasil peternakan menjadi lebih baik lagi.

Thursday, June 2, 2016

Peringatan Hari Susu Nusantara ke-8

"Sehat, Cerdas, Sejahtera Dengan Meminum Dua Gelas Susu Segar Setiap Hari..!!! ".
Konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini hanya 11,8 liter/kapita/tahun termasuk produk olahan yang mengandung susu. Dibandingkan negara-negara lainnya (Thailand dan Malaysia) yang menghabiskan 30 liter/kapita/tahun, kondisi persusuan Indonesia masih perlu perhatian lebih intens lagi.
Produksi susu segar di Indonesia sebagian besar (91%) dihasilkan oleh usaha peternak susu lokal dengan skala usaha 1-3 ekor sapi perah per peternak. Akan tetapi usaha ini kurang ekonomis karena keuntungan yang didapatkan dari hasil penjualan susu hanya cukup untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup. Dari sisi permintaan, peternak susu lokal masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Saat ini produksi lokal baru bisa memasok tidak lebih dari 20% dari permintaan, sisanya 80% berasal dari impor berupa skim powder dari kebutuhan nasional.
Banyak hal menyebabkan produksi susu nasional semakin menurun antara lain, sulitnya pakan hijauan, mahalnya harga bahan baku pakan konsentrat, penurunan genetik sapi perah dan manajemen peternakan yang belum optimal. Menurunnya produksi susu nasional lebih karena menurunnya kualitas sapi perah itu sendiri. Karena jika kualitas sapinya saja sudah kurang baik maka bukan tidak mungkin produksinya juga akan menurun. Sulitnya mencari pakan hijauan serta harga pakan konsentrat yang mengalami kenaikan juga merupakan salah satu faktor turunnya kualitas, karena petani pun terkadang mengurangi kadar konsentrat untuk pakan ternaknya Akibatnya terjadi penurunan genetik dari sapi tersebut.
Selain itu peternak juga menghadapi permasalahan seperti rendahnya kemampuan budidaya khususnya menyangkut kesehatan ternak dan mutu bibit, serta pemasaran produk..penurunan produksi susu nasional sudah terjadi sejak keluarnya Inpres No. 4 Tahun 1998 yang mencabut Inpres 02 Tahun 1985 tentang Persusuan. Sehingga hal ini perlu pengaturan terkait harga dan pola kerja sama dengan perusahaan susu, selain membangun koperasi susu nasional. Pemasaran susu dari peternak lokal dengan keberadaan Inpres No 4/1998 mengakibatkan posisi industri pengolahan susu menjadi jauh lebih kuat dibandingkan peternak, karena industri pengolahan susu mempunyai pilihan untuk memenuhi bahan baku yang dibutuhkan yaitu susu segar dari dalam negeri maupun dari impor. Hal ini menyebabkan relatif rendahnya harga susu segar yang diterima oleh perternak dalam negeri.
Terlebih belakangan ini para peternak banyak yang melakukan pemotongan sapi perah karena tergiur dengan tingginya tawaran harga daging sapi potong ketimbang harga susu.semakin membuat jumlah sapi perah lokal jadi menurun drastis.
Hal penting lainnya, mengenai perkoperasian susu dimana proses pembentukan koperasi bersifat dan intervensi pemerintah relatif besar dalam mengatur organisasi. Pembentukan anggota koperasi bukanlah atas dasar akumulasi modal anggota tetapi bersifat pemberian kredit ternak sapi dalam rangka kemitraan dengan bantuan modal dari pemerintah. Status anggota koperasi hanya berfungsi pada saat menjual susu segar dan pembayaran iuran wajib dan iuran pokok. Koperasi sebagai lembaga ekonomi dalam menjalankan manajemen tanpa pengawasan yang ketat oleh anggota, justru sebaliknya koperasi cenderung berkuasa mengatur anggota.
Inilah beberapa permasalahan persusuan di Indonesia. Agar pangsa pasar susu yang dihasilkan peternak lokal dapat ditingkatkan maka masalah-masalah tersebut perlu ditanggulangi. Dengan meningkatkan produksi dan konsumsi susu nasional maka akan meningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia
Dalam upaya mendorong konsumsi susu segar di dalam negeri, pemerintah telah melakukan berbagai cara yang antara lain dimulai dengan pencanangan Hari Susu Nusantara pada tanggal 7 Oktober 2009 di Pasuruan-Jawa Timur dan ditetapkannya tanggal 1 juni sebagai Hari Susu Nusantara melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 2182/kpts/PD.420/5/2009.
Peringatan Hari Susu Nusantara dilandasi oleh adanya kegiatan serupa yang diprakarsai FAO (food & Agriculture Organization) pada tahun 2000, yang mencanangkan 1 Juni sebagai Hari Susu Sedunia (Word Milk Day) dengan tujuan Menyebarluaskan informasi mengenai manfaat susu, Mengajak masyarakat luas untuk mengkonsumsi susu sebagai makanan cair yang bermanfaat bagi tubuh serta Meningkatkan industri susu yang menguntungkan bagi peternak sapi perah.
Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Hari Susu Nusantara.
Tema kegiatan ini adalah “Sehat, cerdas, sejahtera dengan minum dua gelas susu segar setiap hari”.
Melalui tema tersebut diharapkan mampu mengakselerasi tujuan kegiatan ini antara lain :
Meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu.
Meningkatkan konsumsi minum susu demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi bangsa.
Mendorong percepatan pengembangan industri sapi perah nasional yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
Penyelenggaraan Hari Susu Nusantara dipusatkan di Gedung Graha Samantha Krida Universitas Brawijaya Malang, selama dua hari , Rabu 1 Juni sampai Kamis, 2 Juni 2016 dengan acara Puncak pada tanggal 2 Juni 2016.
Rangkaian acara peringatan HSN meliputi :
- Jalan sehat
- Workshop "Review Cetak Biru Persusuan Indonesia 2013 - 2025 "
- Pameran produk, alat mesin produksi, serta pembiayaan
- Aneka lomba : mewarnai, lomba stand pameran
- Gerakan minum susu bersama Gubernur Jawa Timur.

Dokumentasi beberapa kegiatan sbb :












Tuesday, May 24, 2016

Undangan peringatan HSN 1 - 2 Juni 2016

Yth. Bapak Ibu / Sdr / Sdri Kepala Dinas Lingkup Peternakan seluruh Indonesia, terlampir kami sampaikan undangan workshop Hari Susu Nusantara  tgl 1 Juni 2016, dan undangan peringatan HSN 2 Juni 2016.

Undangan workshop HSN 1 Juni 2016 (undangan Kemenko Perekonomian):



Undangan peringatan puncak HSN 2 Juni 2016 (undangan Gubernur Jawa Timur):
Untuk selengkapnya undangan dapat didownload di link https://goo.gl/BYHFHK

Monday, May 16, 2016

Wednesday, April 27, 2016

Teknologi

Wednesday, April 6, 2016

Monday, March 28, 2016

Percepatan pelaksanaan Tugas Pembantuan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Tahun 2016

Yth. Bapak / Ibu Kepala Dinas lingkup Peternakan seluruh Indonesia, dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan Tugas Pembantuan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Tahun 2016 agar tepat waktu dan sesuai target penyerapan anggaran, dengan ini kami menghimbau untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan di daerah. 
Surat resmi selengkapnya sebagai berikut :


Surat dapat didownload di : https://goo.gl/vYUVMt.

Progress perkembangan Kegiatan TP dapat dilaporkan melalui form sebagai berikut :

Tuesday, March 1, 2016

POK Refocusing Ditjen PKH 2016 (Maret 2016)


NO. PPROVINSI / KAB FILE
1 Aceh_DK download

Aceh_TP download
2 Sumut_DK download

Sumut_TP download
3 Sumbar_DK download

Sumbar_TP download
4 Bengkulu_DK download

Bengkulu_TP download
5 Riau_DK download

Riau_TP download

Siak download
6 Kep. Riau_DK download

Kep.Riau_TP download
7 Jambi_DK download

Jambi_TP download
8 Babel_DK download

Babel_TP download
9 Sumsel_DK download

Sumsel_TP download

Kota Palembang download

OKI download
10 Lampung_DK download

Lampung_TP download
11 DKI_DK download

DKI_TP download
12 Banten_DK download

Banten_TP download
13 Jabar_DK download

Jabar_TP download

Bandung download

BandungBarat download

Bogor download

Ciamis download

Cianjur download

Garut download

Purwakarta download

Subang download

Sukabumi download

Tasikmalaya download
14 Jateng_DK download

Jateng_TP download

Banyumas download

Boyolali download

Brebes download

Kebumen download

Klaten download

Magelang download

Semarang download

Sragen download
15 DIY_DK download

DIY_TP download

Gunung Kidul download

Kulon Progo download

Sleman download
16 Jatim_DK download

Jatim_TP download

Lamongan download

Malang download

Pacitan download

Sumenep download
17 Kalbar_DK download

Kalbar_TP download
18 Kalteng_DK download

Kalteng_TP download

Kotawaringin download
19 Kalsel_DK download

Kalsel_TP download
20 Kaltim_DK download

Kaltim_TP download
21 Kaltara_DK download

Kaltara_TP download
22 Gorontalo_DK download

Gorontalo_TP download
23 Sulut_DK download

Sulut_TP download
24 Sulteng_DK download

Sulteng_TP download
25 Sultra_DK download

Sultra_TP download

Kolaka download

Muna download
26 Sulsel_DK download

Sulsel_TP download

Barru download
27 Sulbar_DK download

Sulbar_TP download
28 Maluku_DK download

Maluku_TP download
29 Malut_DK download

Malut_TP download
30 Bali_DK download

Bali_TP download
31 NTB_DK download

NTB_TP download
32 NTT_DK download

NTT_TP download
33 Papua_DK download

Papua_TP download
34 PapuaBarat_DK download

PapuaBarat_TP download

Sorong download

Fakfak download

Tambrauw download
35 BBIB Singosari download
35 BBVET Denpasar download
35 BBVET Maros download
35 BBVET Wates download
35 BET Cipelang download
35 BIB Lembang download
35 BPMSOH download
35 BPMSP Bekasi download
35 BPMSP Bogor download
35 BPTU Bali download
35 BPTU Baturaden download
35 BPTU Indrapuri download
35 BPTU Padangmangatas download
35 BPTU Pelaihari download
35 BPTU Sembawa download
35 BPTU Siborongborong download
35 BVET Bandar Lampung download
35 BVET Banjarbaru download
35 BVET Bukittinggi download
35 BVET Medan download
35 BVET Subang download
35 PUSVETMA Surabaya download
36 PUSAT download